Pemasaran global adalah pemasaran yang menerima adanya kesamaan pasar dunia (bersifat geosentris) yang kompleks melalui integrasi aktivitas-aktivitas pemasaran dosmetik, luar negeri maupun internasional yang dapat menimbulkan sinergi dengan tetap mempertahankan tujuan strategis organisasi dan keunggulan bersaing sebagai kekuatan atas usaha-usaha pemasaran global (Budiarto dan Tjiptono, 1997:341).
Salah satu keputusan yang terkait erat dengan pemilihan negara tujuan pemasaran adalah keputusan mengenai cara melakukan operasi di pasar global, yaitu melakukan ekspor, menegosiasikan kesepakatan waralaba (franchise) atau lisensi, membentuk usaha patungan (joint venture), atau melakukan investasi langsung di negara lain (Chandra dan Tjiptono, 2000:344).
Dalam menentukan strategi memasuki pasar internasional, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor khusus (Budiarto dan Tjiptono, 1997: 344), yaitu :
1. Tujuan perusahaan berkaitan dengan 3 aspek berikut :
a) Volume bisnis internasional yang diharapkan.
b) Lingkup geografis.
c) Jangka waktu keterlibatan perusahaan dalam pemasaran global.
2. Ukuran (volume) penjualan dan asset perusahaan.
3. Lini produk dan sifat produk yang dihasilkan perusahaan.
4. Persaingan dalam pasar luar negeri.
Rangkuti (2005:), mengatakan bahwa strategi adalah alat untuk mencapai tujuan. Dalam menentukan strategi apa yang akan dilakukan, perlu diketahui terlebih dahulu tujuannya, baik tujuan negara maupun tujuan produk yang akan kita produksi. Setelah itu, melihat kelemahan dan kelebihan yang ada, baik yang kita miliki maupun yang dimiliki oleh pesaing. Apabila semua data yang dibutuhkan sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi mana yang dapat kita pilih sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi saat ini.
Contoh Kasus Restoran Hanamasa
Profil Perusahaan
Adidas AG, juga dikenal sebagai adidas, adalah sebuah perusahaan sepatu jerman. Perusahaan ini dinamakan atas pendirinya, Adolf (Adi) Dassler, yang mulai memproduksi sepatu pada 1920-an di Herzogenaurach dekat Nuremberg. Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya termasuk tiga strip paralel dengan warna yang sama, dan motif yang sama digunakan sebagai logo resmi adidas. Adidas adalah perusahaan pakaian olahraga terbesar di Eropa dan kedua terbesar di dunia setelah Nike. Rudolf Dassler, adik Adi, mendirikan perusahaan saingan, Puma. Pada Agustus 2005, adidas mengakuisi rivalnya, Reebok, dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike. Selama 68 tahun lamanya grup Adidas telah menjadi bagian dari dunia olahraga di segala bidangnya dengan menawarkan sepatu, pakaian serta beragam aksesori pelengkap olahraga yang bernilai seni pada setiap produknya. Sekarang, grup Adidas telah mengglobalisasi dan menguasai di bidang industri produk olahraga dan menawarkan portfolio yang begitu luas dari segi produk di seluruh dunia. Strategi grup Adidas sangatlah simpel: memperkuat bran secara terus menerus dan mengimprovisasi posisi kompetitif serta keuangan mereka. Aktivitas perusahaan dan lebih dari 150 cabangnya dipantau langsung oleh pemimpin grup di Herzogenaurach, Jerman. Tertanggal 31 Desember 2009, grup Adidas tercatat mempekerjakan sebanyak 38.982 orang selama setahun penuh.
Strategi Pemasaran Global Adidas
Adidas menggunakan berbagai konsep yang membuatnya menjadi ikon apparel olahraga, misalnya dengan menggunakan konsep trifoil logo yang memiliki makna semangat olimpiade. Hal ini seketika membuat Adidas menjadi sepatu resmi yang digunakan pada even olimpiade seluruh dunia. Adidas juga memiliki berbagai kontrak dengan banyak klub – klub olahraga, mulai dari rugby hingga sepakbola. Adidas juga menggaet banyak bintang olahraga untuk dijadikan brand ambassador. Selain bintang olahraga, Adidas juga menggaet selebriti dunia yang terkenal dikalangan anak muda, seperti
Katy Perry. Adidas juga bekerja sama dengan headphone Sennheiser dengan membuat headphone dengan rancangan Adidas. Adidas juga memiliki kontrak 11 tahun untuk menjadi apparel provider seluruh klub NBA.
Beberapa Adidas store Indonesia terletak di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali dan beberapa wilayah di luar Jawa. Kota-kota ini bisa dibilang adalah kota metropolitan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat di daerah sekitar dari masing-masing kota. Misalnya saja, Adidas store Jakarta mewakili daerah-daerah sekitarnya seperti Bogor, Tangerang, Bekasi dan lain-lain. Sedangkan untuk Adidas store Surabaya mewakili kota-kota lain di Jawa Timur seperti Malang, Madiun, Kediri, Sidoarjo, Jember dan sebagainya. Sedangkan Adidas store Bali tentu karena Bali merupakan kota wisata yang popularitasnya sudah mendunia. Ini tentu akan sangat membantu pemasaran Adidas, bahkan bisa juga membidik pasar luar negeri. Adidas store Indonesia di luar Jawa antara lain Medan, Banjarmasin, Makassar dan lain-lain.
Poin penting yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dari beberapa kota ini memiliki klub-klub sepakbola papan atas di Indonesia seperti persija, Persib, Arema Cronus, Persebaya, Persik Kediri dan lain sebagainya. yang mana situasi ini mendukung animo masyarakat terhadap produk-produk perlengkapan olahraga, khususnya dari apparel Adidas. Itulah yang menjadikan perusahaan Adidas internasional melirik pasar Indonesia sebagai salah satu lokasi strategis yang harus dipelihara sebaik mungkin. Dan tentu dengan adanya Adidas store Indonesia, proyek-proyek pendistribusian produk-produk Adidas akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Dan lebih jauh dari itu, reputasi Adidas juga akan semakin populer sampai pelosok Indonesia.
Adaptasi Budaya Lokal
Inovasi Toyota yang paling berpengaruh dan terlihat adalah produk. Toyota Kijang merupakan produk yang fenomenal di Indonesia. Kijang didesain khusus untuk pelanggan Indonesia. Produk ini bertahan di hati para pelanggannya selama 34 tahun sejak 1977 – 2010.
Produk fenomenal lainnya dari sisi produk adalah Toyota Avanza diluncurkan pada tahun 2004 – sekarang. Ini merupakan salah satu strategi Toyota memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang membutuhkan kendaraan multi-purpose dengan kapasitas banyak (7 seater) yang reliable dan terjangkau.
Seiring perkembangan jaman dan perubahan kehidupan masyarakat Indonesia, tantangan baru muncul setiap saat terkait perubahan selera dan kebutuhan pasar yang terus bergerak. Faktor eksternal seperti iklim perekonomian, industri dan infrastruktur tentunya menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi dengan bijaksana. Kenaikan harga BBM, penerapan pajak progresif adalah sebagian dari contoh masalah.
Toyota mengutamakan pelanggan, sehingga seberapa pun cepatnya perubahan perilaku dan tingkat kepuasan pelanggan, Toyota akan berupaya untuk mengimbangi dan memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap produk dan layanan Toyota. Salah satu contohnya adalah ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1998, di mana daya beli masyarakat menurun. Toyota Kijang yang semula menjadi pilihan paling popular bagi masyarakat Indonesia, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan akibat melonjaknya harga bahan baku dan produksi, sementara daya beli masyarakat sedang menurun. Bertolak dari situasi tersebut, Toyota mencoba mendesain kendaraan multi purpose lebih terjangkau, maka lahirlah Toyota Avanza, yang terbukti sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia, melalui kesuksesan penjualannya yang fenomenal.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Adidas
Jurnal : STRATEGI MEMASUKI PASAR GLOBAL STUDI KASUS YANTO POTTERY KASONGAN BANTUL Yuana Tri Utomo STIE Hamfara, Kenalan RT 04, Bangun jiwo Kasihan Bantul Yogyakarta Email: hati.jogjaa@gmail.com dan Zulhamdi Shaleh Jorong Mungka Tengah, Nagari Mungka, Kec. Mungka, Kab. 50 Kota, Sumatera Barat Email : 93.shalehpa@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar